Luka Infeksi: Saat Luka Tak Kunjung Sembuh dan Menjadi Berbahaya

Luka operasi adalah luka yang dibuat secara sengaja oleh dokter bedah saat melakukan tindakan pembedahan, baik melalui sayatan (insisi) maupun tusukan kecil pada kulit dan jaringan di bawahnya. Luka ini merupakan bagian dari prosedur medis yang terencana, bukan akibat cedera atau kecelakaan. Saat operasi, dokter akan memotong jaringan secara terkontrol untuk mencapai organ atau bagian tubuh yang perlu ditangani, lalu menutup kembali area tersebut setelah tindakan selesai.

Berbeda dengan luka biasa, luka operasi dibuat dalam kondisi yang se-steril mungkin untuk menurunkan risiko infeksi. Sebelum membuat sayatan, area kulit biasanya dibersihkan dan disterilkan, lalu dibuka dengan teknik bedah yang disesuaikan dengan jenis operasi. Setelah tindakan selesai, luka akan ditutup menggunakan jahitan, staples, atau lem kulit medis, kemudian dilapisi perban atau plester khusus.

Tips OpiniDokter: Untuk membantu mencegah dan mempercepat pemulihan luka infeksi, jaga kebersihan luka dengan rutin membersihkannya menggunakan air mengalir atau antiseptik ringan, hindari menyentuh luka dengan tangan kotor, dan pastikan perban selalu diganti dengan yang steril. Konsumsi makanan tinggi protein dan vitamin C juga penting untuk mempercepat regenerasi kulit. Hindari penggunaan salep atau ramuan sembarangan agar luka tidak makin iritasi.
Informasi selengkapnya? Klik di Sini

Luka dapat mengalami infeksi ketika kuman masuk melalui kulit yang rusak dan berkembang biak di area luka. Risiko meningkat jika kebersihan luka tidak terjaga, luka dibiarkan terbuka, atau perban yang digunakan kotor. Paparan lingkungan yang tidak higienis seperti debu, tanah, dan air tercemar juga mempercepat masuknya bakteri. Infeksi lebih mudah terjadi pada orang dengan imun lemah—misalnya penderita diabetes, lansia, atau mereka dengan gangguan aliran darah. Selain itu, penggunaan alat atau perban tidak steril dapat memperparah kondisi luka dan menghambat penyembuhan.

Tanda-tanda luka terinfeksi meliputi kemerahan, bengkak, nyeri berdenyut, keluarnya nanah atau cairan berbau, permukaan luka terasa hangat, hingga tepi luka tampak menghitam. Pada kasus yang lebih parah, muncul demam atau menggigil sebagai tanda infeksi mulai menyebar ke seluruh tubuh. Gejala ini menunjukkan bahwa proses infeksi sudah aktif dan membutuhkan penanganan medis segera.

Jenis luka yang lebih rentan terinfeksi antara lain luka operasi, luka diabetes, luka akibat kecelakaan, luka akibat benda tajam, luka bakar, serta luka gigitan hewan atau serangga. Luka-luka tersebut harus dirawat dengan benar, bersih, dan steril untuk mencegah terjadinya infeksi yang dapat berkembang menjadi infeksi serius.

Rekomendasi OpiniDokter: Karena luka operasi adalah bagian dari proses penyembuhan, berikan waktu bagi tubuh untuk memperbaiki diri dan jangan terlalu cepat memaksa beraktivitas berat. Bila bekas luka terasa makin nyeri, tampak memerah, menebal berlebihan, atau mengganggu kepercayaan diri, pilih perawatan jaringan parut yang sesuai.
Temukan Solusi Alaminya? Klik di Sini

Channamax Bharata bekerja membantu mempercepat pemulihan luka dari dalam tubuh — tidak hanya menutup luka lebih cepat, tetapi juga memperkuat jaringan kulit baru agar lebih sehat dan kuat.

Dukung proses pemulihan luka dengan Channamax Bharata!

luka infeksi

Untuk mendapatkan Channamax Bharata, Kamu bisa mencari informasi lebih lanjut melalui marketplace terpercaya atau melakukan pencarian di Google.

Table of Contents

No posts found

Artikel Populer